Cara menghitung luas tanah tidak beraturan
Pecah bidangnya menjadi segitiga dan persegi panjang, hitung luas tiap bagian, lalu jumlahkan. Untuk segi empat yang sudutnya tidak siku, ukur juga satu diagonalnya.
Bidang tidak beraturan tidak punya rumus tunggal. Caranya memecah bidang itu menjadi bentuk yang punya rumus, yaitu segitiga dan persegi panjang. Empat panjang sisi saja belum menentukan satu bidang, jadi diagonalnya harus ikut diukur.
Kenapa empat panjang sisi saja belum cukup?
Karena bidang bersisi sama masih bisa berubah bentuk. Segi empat bersisi 20, 30, 20, dan 30 meter dapat dipipihkan tanpa mengubah panjang sisinya, dan luasnya ikut mengecil. Yang mengunci bentuknya adalah jarak antara dua sudut yang berseberangan, yaitu diagonalnya. Dengan diagonal 36 meter, bidang itu berluas 599,9967 meter persegi.
Menghitung segitiga dari ketiga sisinya
Diagonal membelah segi empat menjadi dua segitiga, dan tiap segitiga sudah diketahui ketiga sisinya. Luas segitiga dari ketiga sisinya dihitung dengan rumus Heron, tanpa perlu mengukur tinggi tegak lurus yang sulit ditentukan di lapangan.
Rumus Heron untuk satu segitiga
Dari ketiga sisi a, b, dan c, hitung setengah kelilingnya terlebih dahulu:
s = (a + b + c) / 2
Lalu luasnya:
luas = akar dari s × (s − a) × (s − b) × (s − c)
Contoh: segitiga bersisi 20 m, 30 m, dan 36 m memberi s = 43, sehingga 43 × 23 × 13 × 7 = 89.999 dan luasnya 299,9983 m2. Bidang segi empat dengan dua segitiga seperti itu berluas 599,9967 m2.
Bila ketiga sisi tidak bisa membentuk segitiga, misalnya 1 m, 2 m, dan 3 m, rumus ini tidak menghasilkan angka. Kalkulator di bawah menolak ukuran seperti itu dan meminta panjang diagonalnya diperiksa ulang.
Rumus tiap bentuk dalam satu tabel
Tabel berikut mengumpulkan rumus bentuk yang lazim dipakai saat memecah bidang tanah, beserta contoh ukuran dan luas yang dihasilkan rumus itu.
| Bentuk bidang | Rumus luas | Ukuran contoh | Luas (m²) |
|---|---|---|---|
| Persegi panjang | panjang × lebar | 30 m × 20 m | 600 |
| Jajar genjang | alas × tinggi | alas 20 m, tinggi 12 m | 240 |
| Segitiga | alas × tinggi / 2 | alas 40 m, tinggi 50 m | 1.000 |
| Trapesium | (a + b) × tinggi / 2 | 10 m, 6 m, tinggi 4 m | 32 |
| Segitiga dari tiga sisi | rumus Heron | 20 m, 30 m, 36 m | 299,9983 |
| Bentuk L | jumlah dua persegi panjang | 10 m × 5 m dan 4 m × 3 m | 62 |
| Segi empat tak beraturan | jumlah dua segitiga Heron | 20, 30, 20, 30 m, diagonal 36 m | 599,9967 |
Hitung luas bidangnya
Kalkulator berikut menerima persegi panjang, segitiga, trapesium, bentuk L, dan segi empat tidak beraturan beserta diagonalnya. Ukuran yang tidak membentuk bidang tertutup ditolak dengan permintaan memeriksa panjang diagonalnya, bukan dijawab dengan angka yang dipaksakan.
Bagaimana dengan batas yang melengkung?
Batas melengkung, misalnya bidang yang bertepi sungai atau jalan berbelok, didekati dengan memecahnya menjadi beberapa segitiga kecil yang mengikuti lengkungan. Makin banyak segitiga yang dipakai, makin dekat hasilnya dengan luas sebenarnya, tetapi hasilnya tetap pendekatan dan bukan ukur bidang yang mengikat.
Apakah luas tanah miring dihitung apa adanya?
Luas pada dokumen tanah dinyatakan sebagai luas mendatar, yaitu luas bidang bila dilihat dari atas. Panjang sisi yang diukur menyusuri permukaan yang menurun lebih panjang daripada jarak mendatarnya, sehingga hasil hitungan dari ukuran menyusuri lereng akan lebih besar daripada luas mendatar bidang itu.
Cara mengambil ukurannya diuraikan di cara mengukur tanah di lapangan.
Memeriksa hasil dengan memecah bidang secara berbeda
Bidang segi empat punya dua diagonal, dan keduanya sama-sama membelahnya menjadi dua segitiga. Mengukur diagonal yang kedua lalu menghitung ulang luasnya memberi pemeriksaan yang berdiri sendiri: bila kedua hitungan berdekatan, pengukurannya konsisten; bila berjauhan, ada ukuran yang salah catat. Pemeriksaan seperti ini lebih berguna daripada mengulang perkalian yang sama dua kali.