Cara menghitung luas tanah
Luas tanah dihitung dengan memecah bidang menjadi bentuk sederhana, menghitung luas tiap bagian dengan rumusnya, lalu menjumlahkan hasilnya.
Ukur bidang dengan meteran, pecah menjadi bentuk sederhana, lalu jumlahkan luasnya. Persegi panjang: panjang x lebar. Segitiga: alas x tinggi dibagi dua. Bidang tidak beraturan dipecah menjadi dua segitiga memakai satu diagonal.
Langkah menghitung luas tanah
Urutan berikut berlaku untuk bentuk bidang apa pun. Rumus tiap bentuk diuraikan satu per satu di bawahnya, dan kalkulator bentuk ada di bagian akhir halaman.
- Siapkan meteran, pensil, dan kertas, lalu catat seluruh ukuran dalam meter.
- Gambar bentuk bidang tanah apa adanya, termasuk sisi yang tidak lurus.
- Pecah gambar itu menjadi bentuk sederhana: persegi panjang, segitiga, atau trapesium.
- Ukur sisi yang dibutuhkan tiap bagian; untuk bidang tidak beraturan ukur juga satu diagonalnya.
- Hitung luas tiap bagian dengan rumusnya, jumlahkan hasilnya, lalu ubah ke satuan yang dibutuhkan.
Alat yang dibutuhkan
Cukup meteran, pensil, dan kertas untuk mencatat. Untuk bidang yang lebih panjang dari meteran, pengukuran dilakukan bertahap dengan menancapkan patokan sementara agar titik sambungnya tidak bergeser. Seluruh ukuran dicatat dalam satuan yang sama, sebaiknya meter.
Cara menghitung luas tanah persegi panjang
Kalikan panjang dengan lebar. Bidang berukuran 20 meter x 30 meter berluas 600 meter persegi, yaitu 6 are atau 0,06 hektar. Rumus ini juga berlaku untuk bidang bujur sangkar, karena bujur sangkar adalah persegi panjang dengan panjang dan lebar yang sama.
Cara menghitung luas tanah berbentuk segitiga
Kalikan alas dengan tinggi, lalu bagi dua. Tinggi yang dimaksud adalah jarak tegak lurus dari alas ke titik sudut di seberangnya, bukan panjang sisi miringnya. Bidang beralas 40 meter dengan tinggi 50 meter berluas 1.000 meter persegi.
Cara menghitung luas tanah berbentuk trapesium
Jumlahkan kedua sisi sejajar, kalikan dengan tinggi, lalu bagi dua. Bidang dengan sisi sejajar 10 meter dan 6 meter serta tinggi 4 meter berluas 32 meter persegi, karena 10 ditambah 6 sama dengan 16, dikali 4 sama dengan 64, dibagi 2 sama dengan 32.
Cara menghitung luas tanah berbentuk L
Pecah bidang menjadi dua persegi panjang, hitung luas masing-masing, lalu jumlahkan. Bidang yang terdiri atas bagian 10 meter x 5 meter dan bagian 4 meter x 3 meter berluas 50 ditambah 12, yaitu 62 meter persegi.
Cara menghitung luas tanah tidak beraturan
Ukur keempat sisinya dan satu diagonal, lalu perlakukan bidang itu sebagai dua segitiga yang dipisahkan diagonal tersebut. Luas tiap segitiga dihitung dengan rumus Heron dari ketiga sisinya, kemudian kedua hasilnya dijumlahkan. Cara ini hanya membutuhkan meteran, tanpa alat ukur sudut.
Rumus Heron untuk satu segitiga
Dari ketiga sisi a, b, dan c, hitung setengah kelilingnya terlebih dahulu:
s = (a + b + c) / 2
Lalu luasnya:
luas = akar dari s × (s − a) × (s − b) × (s − c)
Contoh: segitiga bersisi 20 m, 30 m, dan 36 m memberi s = 43, sehingga 43 × 23 × 13 × 7 = 89.999 dan luasnya 299,9983 m2. Bidang segi empat dengan dua segitiga seperti itu berluas 599,9967 m2.
Bila ketiga sisi tidak bisa membentuk segitiga, misalnya 1 m, 2 m, dan 3 m, rumus ini tidak menghasilkan angka. Kalkulator di bawah menolak ukuran seperti itu dan meminta panjang diagonalnya diperiksa ulang.
Kalkulator luas bidang
Isi ukuran bidang dalam meter. Hasilnya ditampilkan dalam meter persegi beserta padanannya dalam hektar, are, dan tumbak.
Kenapa hasil hitungan bisa berbeda dengan luas di dokumen?
Karena keduanya dihasilkan dengan cara yang berbeda. Perhitungan dengan meteran mengukur permukaan sebagaimana terlihat, sementara luas pada dokumen tanah berasal dari pengukuran resmi dengan alat dan metode tersendiri. Selisih kecil adalah hal yang wajar, dan angka pada dokumen resmi yang berlaku.
Bentuk dasar dan rumusnya dalam satu gambar
Tiga bentuk yang paling sering muncul saat memecah bidang tanah adalah persegi panjang, segitiga, dan trapesium. Gambar di bawah menampilkan ketiganya beserta rumus dan contoh hitungannya. Tinggi pada segitiga dan trapesium diukur tegak lurus terhadap alas, bukan menyusuri sisi miringnya, dan itulah kekeliruan yang paling sering terjadi.
| Bentuk bidang | Rumus luas | Ukuran contoh | Luas (m²) |
|---|---|---|---|
| Persegi panjang | panjang × lebar | 30 m × 20 m | 600 |
| Jajar genjang | alas × tinggi | alas 20 m, tinggi 12 m | 240 |
| Segitiga | alas × tinggi / 2 | alas 40 m, tinggi 50 m | 1.000 |
| Trapesium | (a + b) × tinggi / 2 | 10 m, 6 m, tinggi 4 m | 32 |
| Segitiga dari tiga sisi | rumus Heron | 20 m, 30 m, 36 m | 299,9983 |
| Bentuk L | jumlah dua persegi panjang | 10 m × 5 m dan 4 m × 3 m | 62 |
| Segi empat tak beraturan | jumlah dua segitiga Heron | 20, 30, 20, 30 m, diagonal 36 m | 599,9967 |
Bidang bentuk L dipecah menjadi dua persegi panjang
Bidang yang menyiku tidak perlu rumus khusus. Potong satu garis lurus sehingga bidang terbagi menjadi dua persegi panjang, hitung luas masing-masing, lalu jumlahkan. Garis potongnya boleh diletakkan di mana saja asal kedua bagian tetap persegi panjang; jumlah luasnya tidak berubah, yang berubah hanya ukuran yang perlu diukur di lapangan.
Bidang yang tidak punya sudut siku sama sekali dibahas di cara menghitung luas tanah tidak beraturan.